
Bagi banyak peneliti, tahap paling menegangkan dalam perjalanan riset bukan menulis artikel — tapi saat harus mengirimkannya ke jurnal ilmiah untuk pertama kali.
Apalagi ketika mulai mencari jurnal yang sesuai, menyesuaikan format, hingga menghadapi proses review.
Padahal, kalau tahu caranya, proses submit sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih terstruktur dan efisien.
Dalam artikel ini, DEA Learning Center akan memandu Anda langkah demi langkah cara submit artikel ke jurnal nasional dan internasional agar peluang diterima semakin tinggi dan prosesnya berjalan lancar.
1. Pastikan Artikel Anda Sudah Siap Dikirim
Sebelum menekan tombol Submit, pastikan naskah Anda sudah matang secara akademik dan teknis.
Checklist sebelum submit:
- ✅ Struktur artikel sudah sesuai format IMRAD (Introduction, Method, Result, Discussion).
- ✅ Data dan referensi mutakhir (minimal 5 tahun terakhir).
- ✅ Tidak ada kesalahan tata bahasa atau sitasi.
- ✅ Sudah dicek plagiarism score (maksimal 20%).
- ✅ Judul, abstrak, dan kata kunci jelas dan menarik.
- ✅ Gaya penulisan sesuai template jurnal (APA, IEEE, Harvard, dll).
Gunakan tools seperti Grammarly, Turnitin, dan Mendeley untuk memastikan naskah Anda bebas dari kesalahan umum.
2. Pilih Jurnal yang Tepat dan Terakreditasi
Langkah berikutnya adalah menemukan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda.
Untuk jurnal nasional:
- Cek di https://sinta.kemdikbud.go.id/journals
- Pilih jurnal sesuai bidang (pendidikan, kesehatan, teknologi, sosial, dsb).
- Pastikan jurnal masih aktif dan memiliki ISSN valid.
Untuk jurnal internasional:
- Gunakan database seperti Scopus, DOAJ, atau Web of Science.
- Hindari jurnal predator — cek apakah jurnal tersebut memiliki DOI, editorial board, dan riwayat publikasi yang jelas.
🧭 Tips memilih jurnal:
- Cek aim and scope jurnal.
- Lihat turnaround time (berapa lama proses review).
- Baca artikel terbaru mereka: apakah gaya dan topiknya sesuai dengan riset Anda?
3. Pelajari Panduan Penulis (Author Guidelines)
Setiap jurnal memiliki aturan penulisan yang spesifik.
Kesalahan paling umum yang menyebabkan penolakan cepat (desk reject) adalah tidak mengikuti format jurnal.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Template atau format artikel (tersedia di website jurnal).
- Panjang artikel (umumnya 4.000–7.000 kata).
- Gaya sitasi (APA, Chicago, IEEE, dll).
- Struktur file (biasanya .docx atau .pdf).
- Syarat tambahan (surat pernyataan keaslian, cover letter, biodata penulis, dll).
Pro tip:
Unduh 1–2 artikel terbaru dari jurnal tersebut sebagai contoh style guide nyata.
4. Buat Akun di Sistem OJS (Open Journal System)
Sebagian besar jurnal nasional dan internasional sekarang menggunakan platform OJS (Open Journal System) untuk proses pengiriman artikel.
Langkahnya:
- Buka halaman jurnal → klik “Register” untuk membuat akun.
- Isi profil lengkap (nama, afiliasi, email institusi).
- Login → klik “New Submission” untuk mulai mengunggah naskah.
- Ikuti tahapan Submission Wizard:
- Upload file utama artikel,
- Upload file tambahan (gambar, tabel, data, dsb),
- Isi metadata (judul, abstrak, kata kunci, daftar penulis, afiliasi).
Biasanya OJS memiliki 5 tahap:
Start → Upload Submission → Enter Metadata → Confirmation → Finish Submission
📎 Jangan lupa:
Pastikan nama penulis utama dan co-author sudah benar (tidak bisa diubah setelah submit).
5. Tulis Cover Letter yang Meyakinkan
Beberapa jurnal meminta cover letter saat submit artikel.
Surat ini jadi “first impression” antara Anda dan editor jurnal.
Format singkat cover letter:
Dear Editor-in-Chief,
We would like to submit our manuscript entitled “...” for consideration in [Journal Name].
This paper explores [brief summary of contribution or novelty].
We confirm that this manuscript has not been published or submitted elsewhere.
We appreciate your kind consideration.
Sincerely,
[Full Name]
[Institution]
[Email]
🧭 Tips:
Gunakan bahasa profesional, singkat, dan langsung ke poin.
Jangan lupa cantumkan novelty statement di paragraf kedua.
6. Tunggu Proses Review dan Siapkan Mental
Setelah submit, artikel akan melalui beberapa tahap:
| Tahap | Deskripsi |
|---|---|
| 1. Desk Evaluation | Editor memeriksa kelengkapan dan kesesuaian format. |
| 2. Peer Review | Artikel dikirim ke reviewer untuk penilaian ilmiah. |
| 3. Revision Request | Reviewer memberi komentar dan saran revisi. |
| 4. Accepted / Rejected | Editor memberikan keputusan akhir. |
⏳ Durasi normal:
- Jurnal nasional: 1–3 bulan.
- Jurnal internasional: 3–6 bulan.
7. Siapkan Response Letter Saat Revisi
Response letter menunjukkan profesionalisme peneliti.
Formatnya sederhana:
| Komentar Reviewer | Tanggapan Penulis |
|---|---|
| Reviewer: “Abstrak terlalu panjang.” | Penulis: “Abstrak telah dipersingkat sesuai batas 250 kata.” |
| Reviewer: “Perlu tambahkan referensi baru.” | Penulis: “Referensi tambahan telah ditambahkan di halaman 7.” |
🧭 Tips penting:
- Jangan debat reviewer, tapi jelaskan logika akademik Anda.
- Gunakan bahasa sopan dan faktual.
- Lampirkan file revisi yang sudah diberi highlight perubahan.
8. Bayar APC (Article Processing Charge) Jika Diperlukan
Beberapa jurnal internasional dan open-access mengenakan Article Processing Charge (APC) untuk biaya publikasi.
Besarnya bervariasi antara USD 50–3000, tergantung reputasi jurnal.
💡 Untuk jurnal nasional SINTA, sebagian besar gratis, tapi beberapa mengenakan biaya administrasi ringan (Rp 200–500 ribu).
Selalu baca informasi di website jurnal dan hindari jurnal yang meminta uang sebelum artikel diterima.
9. Setelah Artikel Diterima, Periksa Proof dan Metadata
Ketika artikel dinyatakan accepted, biasanya redaksi akan mengirimkan proof version untuk Anda cek:
- Nama penulis dan afiliasi sudah benar,
- DOI (Digital Object Identifier) aktif,
- Gambar dan tabel tidak rusak,
- Format sitasi benar.
Periksa semuanya dengan teliti sebelum menyetujui final publication.
10. Sebarkan Hasil Publikasi Anda
Publikasi tidak berhenti setelah artikel terbit.
Bagikan tautan jurnal Anda di:
- Google Scholar, ResearchGate, dan SINTA Profile.
- Tambahkan ke CV akademik dan portofolio riset.
- Gunakan sebagai referensi dalam proposal hibah penelitian.
Semakin banyak artikel Anda dibaca dan disitasi, semakin tinggi impact dan reputasi akademik Anda.
Kesalahan Umum Saat Submit Artikel
| Kesalahan | Dampak |
|---|---|
| Tidak baca author guideline | Artikel langsung ditolak di desk review. |
| Format sitasi tidak sesuai | Revisi teknis berulang kali. |
| Email tidak profesional | Penilaian awal editor bisa negatif. |
| Upload file salah | Proses review tertunda lama. |
| Mengirim ke jurnal predator | Artikel tidak diakui dan reputasi rusak. |
Kesimpulan
Submit artikel ke jurnal ilmiah bukan sekadar klik tombol send.
Proses ini membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan strategi — mulai dari persiapan naskah, pemilihan jurnal, hingga komunikasi dengan editor dan reviewer.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, peluang Anda untuk diterima di jurnal nasional maupun internasional akan meningkat signifikan.
Ikuti Pelatihan Publikasi Ilmiah di DEA Learning Center
Ingin belajar cara submit artikel ke jurnal nasional dan internasional dengan panduan langsung dari praktisi publikasi akademik?
Bergabunglah dalam Pelatihan Menulis dan Publikasi Ilmiah di DEA Learning Center.
🎓 Materi: strategi submit, revisi reviewer, dan publikasi jurnal bereputasi.
💻 Online via Zoom Meeting.
📅 Jadwal: Jumat, minggu ke-4 setiap bulan.
💰 Investasi: Rp 250.000 (sertifikat resmi 24 JP).Daftar di 👉 Hubungi Admin Dea Learning Center
DEA Learning Center – Your Partner in Academic Research and Publication Excellence.
