
Mengapa Literature Review Penting dalam Penelitian?
Dalam setiap penelitian, literature review adalah pondasi yang membantu peneliti memahami penelitian sebelumnya, menemukan celah penelitian (research gap), dan merumuskan kerangka konseptual yang kuat.
Literature review tidak hanya sekadar menyusun daftar pustaka, melainkan menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi temuan-temuan dari penelitian terdahulu.
Secara umum, ada dua jenis literature review yang paling sering digunakan:
-
Literature Review Naratif
-
Literature Review Sistematik atau Systematic Literature Review (SLR)
Keduanya sama-sama penting, namun memiliki tujuan, metode, dan tingkat ketelitian yang berbeda.
1. Literature Review Naratif
Definisi
Literature review naratif adalah tinjauan pustaka yang disusun secara naratif untuk memberikan gambaran umum tentang topik penelitian. Fokusnya pada penjelasan deskriptif dari temuan-temuan penelitian sebelumnya.
Ciri-Ciri
-
Disusun berdasarkan pemahaman dan interpretasi peneliti
-
Pemilihan literatur tidak selalu mengikuti kriteria ketat
-
Bersifat fleksibel dalam menggabungkan berbagai sumber
-
Cocok untuk penelitian awal atau eksploratif
Kelebihan
-
Mudah dilakukan
-
Memberikan gambaran umum yang luas
-
Cocok untuk pengantar topik penelitian
Kekurangan
-
Potensi bias tinggi karena pemilihan literatur subjektif
-
Tidak selalu bisa direplikasi
-
Tidak mencakup semua literatur yang relevan secara menyeluruh
2. Literature Review Sistematik (SLR)
Definisi
Systematic Literature Review (SLR) adalah tinjauan pustaka yang dilakukan dengan metode sistematis, terstruktur, dan transparan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis semua penelitian yang relevan terhadap pertanyaan penelitian tertentu.
Ciri-Ciri
-
Mengikuti protokol pencarian yang jelas dan terdokumentasi
-
Menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat
-
Melibatkan proses penyaringan (screening) literatur
-
Analisis dan sintesis dilakukan secara metodologis
Kelebihan
-
Mengurangi bias peneliti
-
Dapat direplikasi oleh peneliti lain
-
Menyediakan sintesis yang lebih komprehensif dan terpercaya
Kekurangan
-
Membutuhkan waktu dan sumber daya lebih banyak
-
Proses pencarian dan seleksi literatur lebih rumit
-
Memerlukan keterampilan metodologis yang kuat
Perbandingan Literature Review Naratif dan SLR
| Aspek | Literature Review Naratif | Literature Review Sistematik (SLR) |
|---|---|---|
| Tujuan | Memberikan gambaran umum topik penelitian | Menjawab pertanyaan penelitian secara sistematis |
| Pemilihan Literatur | Berdasarkan pertimbangan subjektif peneliti | Mengikuti kriteria inklusi/eksklusi yang jelas |
| Metode Pencarian | Tidak selalu terdokumentasi | Terstruktur dan terdokumentasi |
| Bias Peneliti | Tinggi | Rendah |
| Kelengkapan | Tidak selalu lengkap | Menyeluruh dan komprehensif |
| Replikasi | Sulit direplikasi | Dapat direplikasi |
| Waktu & Sumber Daya | Relatif cepat | Lebih lama dan memerlukan sumber daya besar |
Kapan Menggunakan Literature Review Naratif?
Gunakan literature review naratif jika:
-
Anda sedang menulis proposal penelitian awal
-
Tujuan penelitian masih eksploratif
-
Ingin memberikan latar belakang atau gambaran umum suatu topik
Contoh:
Seorang mahasiswa S2 ingin memetakan tren penelitian tentang blended learning sebelum merumuskan pertanyaan penelitian.
Kapan Menggunakan Literature Review Sistematik (SLR)?
Gunakan SLR jika:
-
Penelitian Anda membutuhkan bukti komprehensif dan terpercaya
-
Anda ingin meminimalkan bias dalam pemilihan literatur
-
Penelitian Anda bertujuan untuk membuat rekomendasi berbasis bukti (evidence-based)
Contoh:
Seorang peneliti pendidikan ingin mengidentifikasi efektivitas penggunaan gamification dalam pembelajaran matematika berdasarkan studi 10 tahun terakhir.
Tahapan Melakukan SLR (Ringkas)
-
Merumuskan Pertanyaan Penelitian (Research Question)
Gunakan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) jika relevan. -
Menyusun Protokol Pencarian
Tentukan kata kunci, basis data (Google Scholar, Scopus, ERIC), dan rentang tahun. -
Menentukan Kriteria Inklusi & Eksklusi
Misalnya:-
Inklusi: artikel peer-reviewed, bahasa Indonesia/Inggris
-
Eksklusi: artikel tanpa akses penuh, opini
-
-
Melakukan Pencarian Literatur
Gunakan teknik Boolean Operator (AND,OR,NOT) untuk memfilter hasil pencarian. -
Screening & Seleksi Literatur
Baca abstrak, lalu lakukan penyaringan berdasarkan kriteria. -
Ekstraksi Data
Catat temuan penting dari setiap artikel. -
Sintesis Data
Gabungkan temuan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Kesalahan Umum Saat Menyusun Literature Review
-
Tidak mendokumentasikan proses pencarian literatur
-
Mengandalkan sedikit sumber
-
Tidak menyaring literatur berdasarkan kualitas
-
Menggabungkan naratif dan SLR tanpa penjelasan metode yang jelas
DEA Learning Center: Pelatihan Literature Review Profesional
DEA Learning Center menyediakan pelatihan untuk mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti yang ingin menguasai teknik literature review naratif dan sistematik.
Materi pelatihan mencakup:
-
Strategi pencarian literatur efektif
-
Cara membuat kriteria inklusi/eksklusi
-
Teknik ekstraksi dan sintesis data
-
Penulisan hasil literature review sesuai standar akademik
Pelatihan ini sangat cocok untuk peneliti pendidikan, penulis skripsi/tesis, dan akademisi yang ingin meningkatkan kualitas publikasi ilmiahnya.
Pilih Metode Review Sesuai Kebutuhan Penelitian
Baik literature review naratif maupun sistematik memiliki peran penting dalam penelitian. Pilihlah yang sesuai dengan tujuan, sumber daya, dan tingkat ketelitian yang dibutuhkan.
🎓 Ingin menguasai literature review naratif dan sistematik untuk penelitian Anda?
📌 Ikuti pelatihan DEA Learning Center dan dapatkan panduan dari fasilitator berpengalaman.
👉 Hubungi Admin DEA Learning Center Sekarang untuk informasi lengkap.
