literature review biasa, penelitian SLR, systematic literature review pendidikan, perbedaan SLR dan review naratif
literature review biasa, penelitian SLR, systematic literature review pendidikan, perbedaan SLR dan review naratif

Dalam dunia penelitian akademik, literature review adalah bagian penting dari setiap karya ilmiah — baik itu skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel jurnal.
Namun, seiring berkembangnya standar ilmiah, muncul satu pendekatan yang lebih sistematis dan kuat secara metodologis, yaitu Systematic Literature Review (SLR).

Meski keduanya sama-sama meninjau literatur, literature review biasa dan SLR memiliki perbedaan mendasar dalam tujuan, metodologi, dan hasil akhir.
Artikel ini akan membahas perbedaan keduanya secara lengkap agar Anda bisa menentukan pendekatan yang tepat untuk penelitian Anda.


Apa Itu Literature Review Biasa

Literature review biasa adalah tinjauan pustaka naratif yang dilakukan peneliti untuk memahami teori, hasil riset terdahulu, serta celah penelitian yang relevan dengan topik yang sedang diteliti.

Tujuannya adalah memberikan gambaran umum mengenai perkembangan pengetahuan dalam suatu bidang.

Ciri-ciri Literature Review Biasa

  • Disusun berdasarkan bacaan yang dianggap relevan oleh penulis.
  • Tidak memiliki prosedur pencarian data yang ketat.
  • Pemilihan artikel cenderung subjektif.
  • Analisisnya bersifat deskriptif atau interpretatif.
  • Tidak selalu mencantumkan kriteria inklusi dan eksklusi literatur.

Dengan kata lain, literature review biasa adalah cerita ilmiah berbasis referensi, di mana penulis mengaitkan teori dan hasil penelitian sebelumnya untuk membangun dasar teoretis penelitiannya sendiri.


Apa Itu Systematic Literature Review (SLR)

Berbeda dari review naratif, Systematic Literature Review (SLR) adalah metode penelitian berbasis literatur yang menggunakan prosedur sistematis, transparan, dan dapat direplikasi untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu.

Pendekatan ini menekankan pada:

  • Pencarian literatur secara menyeluruh menggunakan kata kunci dan database spesifik,
  • Kriteria seleksi yang jelas dan terdokumentasi,
  • Analisis temuan dengan metode tertentu (kualitatif, kuantitatif, atau campuran),
  • Serta pelaporan hasil menggunakan panduan seperti PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses).

Dengan demikian, SLR bukan hanya merangkum literatur — tetapi menganalisis bukti ilmiah secara objektif dan sistematis untuk menemukan pola, tren, serta kesenjangan penelitian.


Tujuan Literature Review vs Systematic Literature Review

Aspek Literature Review Biasa Systematic Literature Review (SLR)
Tujuan utama Menjelaskan teori dan hasil penelitian terdahulu secara umum. Menjawab pertanyaan penelitian dengan sintesis bukti ilmiah.
Fokus Teori dan konsep. Data empiris dari artikel ilmiah.
Keluaran Kerangka teori, identifikasi gap. Sintesis hasil penelitian, tren, dan rekomendasi ilmiah.

Perbedaan dari Sisi Metodologi

1. Proses Pencarian Literatur

  • Literature Review Biasa:
    Pencarian dilakukan secara bebas, bergantung pada preferensi penulis.
    Tidak selalu mencantumkan database atau kata kunci spesifik.
  • SLR:
    Menggunakan strategi pencarian sistematis dengan kata kunci tertentu, database (Scopus, ScienceDirect, DOAJ, Google Scholar), dan waktu publikasi yang terukur.

2. Seleksi Artikel dan Kriteria Inklusi-Eksklusi

  • Literature Review Biasa:
    Artikel dipilih berdasarkan relevansi umum.
    Tidak ada dokumentasi proses seleksi.
  • SLR:
    Artikel disaring melalui tahap screening dan eligibility, disertai dokumentasi jelas menggunakan diagram PRISMA.
    Proses ini memastikan hasil penelitian valid dan terukur.

3. Pendekatan Analisis

  • Literature Review Biasa:
    Analisis cenderung subjektif dan naratif.
    Penulis menghubungkan teori dan hasil riset terdahulu secara umum.
  • SLR:
    Menggunakan analisis sistematis seperti:

    • Thematic analysis (untuk penelitian kualitatif),
    • Meta-analysis (untuk penelitian kuantitatif),
    • atau Mixed-method synthesis untuk pendekatan gabungan.

4. Transparansi dan Replikasi

  • Literature Review Biasa:
    Sulit direplikasi karena proses pencarian dan seleksi tidak terdokumentasi detail.
  • SLR:
    Prosedurnya transparan, terstruktur, dan bisa direplikasi oleh peneliti lain.

5. Nilai Publikasi

  • Literature Review Biasa:
    Biasanya diterbitkan sebagai bagian dari skripsi atau tesis.
  • SLR:
    Dianggap penelitian penuh dan dapat dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Contoh Kasus: Review vs SLR

Misalnya, topik penelitian:
“Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kreativitas Siswa.”

  • Jika menggunakan Literature Review Biasa, peneliti akan membaca beberapa jurnal terkait pembelajaran berbasis proyek, lalu menyimpulkan bahwa metode ini efektif meningkatkan kreativitas.
  • Namun, jika menggunakan Systematic Literature Review, peneliti akan:
    1. Menetapkan pertanyaan penelitian (misalnya: How does project-based learning influence students’ creativity?),
    2. Menentukan kata kunci dan database pencarian,
    3. Melakukan screening artikel berdasarkan kriteria tahun, metode, dan hasil,
    4. Menggunakan diagram PRISMA untuk mendokumentasikan proses,
    5. Menganalisis data hasil temuan secara tematik atau statistik.

Hasilnya jauh lebih valid, terukur, dan bisa dijadikan dasar penelitian lanjutan.


Kelebihan dan Keterbatasan Keduanya

Aspek Literature Review Biasa Systematic Literature Review
Kelebihan Cepat, fleksibel, cocok untuk pemula. Valid, transparan, bisa dipublikasikan di jurnal.
Keterbatasan Rentan bias, sulit direplikasi. Prosesnya lebih panjang dan teknis.

Kapan Harus Menggunakan SLR

Gunakan Systematic Literature Review jika Anda ingin:

  • Menyusun penelitian yang siap publikasi,
  • Menganalisis tren penelitian pada bidang tertentu,
  • Menulis tesis atau disertasi berbasis desk research,
  • Atau ingin berkontribusi dalam evidence-based research.

Sebaliknya, gunakan Literature Review biasa jika:

  • Anda sedang menyusun latar belakang penelitian,
  • Fokus Anda hanya membangun kerangka teori,
  • Atau ingin menulis kajian teoretis ringan.

Langkah Singkat Melakukan Systematic Literature Review

  1. Tentukan pertanyaan penelitian (Research Question).
  2. Rancang strategi pencarian (database, kata kunci, periode publikasi).
  3. Lakukan seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.
  4. Gunakan diagram PRISMA untuk mendokumentasikan proses.
  5. Analisis temuan menggunakan pendekatan tematik atau statistik.
  6. Laporkan hasil dan rekomendasi penelitian.

Setiap langkah di atas akan diajarkan secara mendalam dalam Pelatihan SLR DEA Learning Center, lengkap dengan praktik dan panduan penggunaan aplikasi pendukung.


Mengapa Peneliti Perlu Mempelajari SLR Sekarang

  • Dunia publikasi ilmiah semakin menuntut penelitian yang berbasis bukti (evidence-based).
  • Banyak jurnal bereputasi kini lebih memprioritaskan artikel SLR karena lebih objektif.
  • Mahasiswa pascasarjana bisa memanfaatkan SLR untuk menulis artikel publikasi tanpa melakukan riset lapangan.

Dengan kata lain, menguasai SLR bukan hanya tentang metodologi, tapi juga tentang meningkatkan daya saing akademik Anda di era riset digital.


Kesimpulan

Perbedaan utama antara Systematic Literature Review (SLR) dan literature review biasa terletak pada metodologi, struktur, dan validitas ilmiahnya.
Jika literature review biasa bersifat naratif dan subjektif, maka SLR menuntut proses yang objektif, transparan, dan dapat direplikasi.

SLR membantu peneliti menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi, siap publikasi, dan memiliki nilai akademik yang lebih kuat.


Ikuti Pelatihan Penelitian Systematic Literature Review (SLR)

Ingin belajar langsung bagaimana menulis penelitian SLR dari awal sampai siap terbit di jurnal?

Ikuti Pelatihan Systematic Literature Review (SLR) di DEA Learning Center.

🧠 Materi: teori dan praktik SLR (kualitatif & kuantitatif)
💻 Online via Zoom Meeting
📅 Setiap Jumat minggu ke-4
🎓 Sertifikat resmi 24 JP
💰 Biaya hanya Rp 250.000

Daftar di dealearningcenter.id/pelatihan-slr

👉 Hubungi Admin Dea Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *