
Cara menurunkan similarity index sebelum submit ke jurnal dilakukan dengan mengidentifikasi primary sources penyumbang kemiripan terbesar, melakukan parafrase yang benar-benar mengubah struktur kalimat (bukan sekadar mengganti sinonim), memperbaiki format sitasi, memperkaya variasi referensi, dan menggunakan fitur exclude secara tepat. Similarity index tinggi tidak selalu berarti plagiarisme — yang menentukan adalah dari mana kemiripan itu berasal.
Apa itu Similarity Index dan Kenapa Bukan Sama dengan Plagiarisme?
Similarity Index adalah persentase total kemiripan teks naskah Anda dengan sumber lain yang ada di database Turnitin — bisa berasal dari internet, publikasi jurnal/buku, atau dokumen mahasiswa lain yang pernah diunggah sebelumnya. Angka ini tidak otomatis berarti plagiasi — yang menentukan adalah dari mana kemiripan itu berasal dan apakah sudah disitasi dengan benar.
Turnitin bekerja dengan mencocokkan pola kalimat, urutan kata, dan panjang rangkaian kata berurutan (n-gram) — bukan membaca makna semantik. Artinya, kalimat yang disitasi dengan benar pun bisa tetap terdeteksi “mirip” karena kesamaan struktur kata, meski secara etika akademik itu bukan pelanggaran.
Tiga komponen utama dalam laporan Turnitin:
- Internet Sources — kemiripan dengan dokumen yang terbit di internet (artikel, blog, situs)
- Publications — kemiripan dengan publikasi jurnal atau buku yang sudah diterbitkan
- Student Papers — kemiripan dengan karya tulis lain yang pernah dicek di Turnitin dan tersimpan di database
Cara Membaca Hasil Cek Turnitin
Gunakan urutan ini agar tidak salah menilai laporan Turnitin:
1. Lihat Similarity Index (angka total) Ini gambaran awal, tapi belum cukup untuk menyimpulkan ada-tidaknya masalah.
2. Analisis Primary Sources Daftar sumber yang paling banyak menyumbang kemiripan, biasanya ditampilkan urut dari yang terbesar. Ini prioritas utama — mulailah perbaikan dari sumber dengan persentase tertinggi.
3. Perhatikan Warna Indikator Turnitin menampilkan hasil dalam kode warna sebagai traffic light system:
| Warna | Rentang Persentase | Interpretasi |
|---|---|---|
| 🟢 Hijau | 1%–24% | Umumnya aman, tetap cek kutipan dan daftar pustaka |
| 🟡 Kuning | 25%–49% | Masih wajar untuk naskah akademik yang banyak mengutip — cek primary sources |
| 🟠 Oranye | 50%–74% | Perlu revisi pada bagian yang banyak mirip |
| 🔴 Merah | 75%–100% | Harus dianalisis mendalam — bisa karena plagiasi, template, atau dokumen masuk repository |
4. Cek Apakah Kemiripan Berasal dari Repository Sendiri Jika sumber terbesar bertuliskan “Submitted to [nama institusi Anda]”, kemungkinan dokumen Anda pernah diunggah sebelumnya ke akun Turnitin yang terhubung repository kampus. Solusinya bukan parafrase ulang, melainkan menggunakan akun non-repository atau melakukan exclude source.
Berapa Batas Aman Similarity Index?
Tidak ada angka universal — setiap kampus dan jurnal memiliki kebijakan berbeda. Namun berikut adalah patokan umum yang banyak dipakai di Indonesia:
| Jenis Karya | Kisaran Batas Aman Umum |
|---|---|
| Skripsi / Tugas Akhir | 20%–30% |
| Tesis / Disertasi | 20%–35% |
| Artikel jurnal nasional | Hingga 25% (mengikuti toleransi Kemenristek) |
| Artikel jurnal internasional bereputasi | 10%–15%, sebagian bahkan mensyaratkan di bawah 10% |
Menurut acuan yang pernah dikeluarkan Kemenristek: “Secara umum, persentase total plagiasi yang bisa diterima secara internasional adalah 15–20%, dengan toleransi hingga 25%, tergantung konteks persentase kemiripan dari masing-masing sumber.” Persentase ini tidak termasuk kutipan langsung (quote) dan daftar referensi. Namun, jika kemiripan terhadap satu sumber besar dan berurutan dalam satu kalimat/paragraf, itu tetap tidak bisa diterima meski persentase total di bawah batas aman.
Selalu prioritaskan kebijakan resmi institusi atau jurnal tujuan Anda dibanding patokan umum di internet — beberapa kampus menetapkan batas seketat 15%, sementara yang lain memberi toleransi hingga 35%.
Sumber Kemiripan yang Wajar vs yang Perlu Diwaspadai
Similarity tinggi tidak selalu berarti plagiasi. Berikut sumber yang umumnya wajar:
- Kutipan langsung yang sudah disitasi dengan benar
- Daftar pustaka/referensi (bisa di-exclude dari perhitungan)
- Istilah teknis atau frasa baku dalam bidang ilmu tertentu
- Template metodologi standar yang memang umum digunakan (misal struktur bab metode penelitian)
Yang perlu diwaspadai dan segera diperbaiki:
- Kalimat inti/gagasan utama yang disalin tanpa atribusi jelas
- Kemiripan tinggi dan berurutan pada satu paragraf dari satu sumber yang sama
- Parafrase yang hanya mengganti beberapa kata tanpa mengubah struktur kalimat
Cara Menurunkan Similarity Index — Langkah demi Langkah
Langkah 1 — Identifikasi Primary Sources Terbesar
Jangan langsung memparafrase seluruh naskah. Fokus dulu ke sumber yang menyumbang persentase terbesar — perbaikan di sini memberi dampak paling signifikan.
Langkah 2 — Parafrase dengan Mengubah Struktur, Bukan Sekadar Kata
Parafrase yang efektif mengubah struktur kalimat, bukan hanya mengganti kata dengan sinonim. Turnitin sangat sensitif terhadap kalimat panjang yang identik — pecah kalimat kompleks menjadi beberapa kalimat pendek dengan unit makna jelas.
Langkah 3 — Perbaiki dan Rapikan Sitasi
Pastikan setiap kutipan langsung menggunakan tanda kutip dan mencantumkan sumber sesuai gaya penulisan yang berlaku (APA, MLA, Chicago, dll). Kutipan yang benar tapi tanpa tanda kutip yang jelas berisiko tetap dianggap kemiripan bermasalah.
Langkah 4 — Perkaya dan Variasikan Referensi
Karya ilmiah dengan sumber rujukan terbatas berisiko menunjukkan kesamaan tinggi karena mengandalkan rujukan yang sama dengan banyak penulis lain. Perkaya referensi dengan jurnal-jurnal terbaru dan beragam untuk menciptakan kombinasi kalimat dan ide yang lebih unik.
Langkah 5 — Batasi Kutipan Langsung
Kutipan langsung, meski valid dan sudah disitasi, tetap bisa menaikkan similarity index jika jumlahnya berlebihan. Ubah lebih banyak bagian menjadi pemahaman dan analisis pribadi Anda, sisakan kutipan langsung hanya untuk pernyataan yang benar-benar krusial secara verbatim.
Langkah 6 — Cek Ulang Setelah Revisi
Setelah melakukan perbaikan, lakukan pengecekan ulang untuk memastikan similarity index sudah turun ke batas aman sebelum submit final.
Contoh Teknik Parafrase yang Efektif
Contoh 1 — Memecah kalimat panjang:
Sumber asli: “Bahasa merupakan sistem simbol bunyi yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dan mengekspresikan gagasan.” Hasil parafrase: “Bahasa terdiri atas simbol bunyi. Sistem ini digunakan manusia untuk berkomunikasi serta menyampaikan gagasan.”
Contoh 2 — Mengganti frasa standar akademik:
| Frasa Umum | Alternatif Parafrase |
|---|---|
| “Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya…” | “Temuan terdahulu menunjukkan bahwa…” |
| “Dapat disimpulkan bahwa…” | “Dari analisis ini muncul kesimpulan bahwa…” |
| “Data menunjukkan bahwa…” | “Hasil olahan data mengindikasikan…” |
Perubahan kecil semacam ini tidak mengubah substansi, namun efektif menurunkan similarity karena menghindari pengulangan frasa yang sudah menjadi “template” umum dalam penulisan akademik.
Memanfaatkan Fitur Exclude di Turnitin
Turnitin menyediakan tiga fitur exclude yang sah digunakan untuk mendapatkan gambaran similarity yang lebih akurat:
- Exclude Quotes — mengabaikan kalimat yang sudah diberi tanda kutip
- Exclude Bibliography — mengabaikan daftar pustaka dan catatan kaki dari perhitungan
- Exclude Sources — mengabaikan kemiripan dengan sumber tertentu di bawah jumlah kata/persentase yang ditentukan
Catatan etika: Fitur exclude digunakan untuk mendapatkan gambaran similarity yang lebih akurat (karena kutipan dan referensi memang seharusnya tidak dihitung sebagai plagiarisme) — bukan untuk “mengakali” sistem. Pastikan penggunaannya sesuai kebijakan institusi/jurnal Anda, karena tidak semua tempat mengizinkan exclude bibliography dalam laporan akhir.
Kesalahan yang Membuat Similarity Index Tetap Tinggi
1. Hanya mengganti sinonim tanpa mengubah struktur kalimat Turnitin tetap mendeteksi kemiripan berdasarkan urutan kata (n-gram) — mengganti kata tanpa mengubah struktur kalimat hampir tidak berpengaruh pada skor.
2. Menggunakan aplikasi spinner otomatis Alat pengubah kalimat otomatis sering menghasilkan teks yang tidak akademik, janggal secara bahasa, dan berisiko justru mengubah makna asli — dampaknya jauh lebih buruk dibanding similarity tinggi itu sendiri.
3. Mengecek similarity hanya sekali di akhir Idealnya cek similarity dilakukan bertahap sejak draf awal, bukan hanya sekali menjelang deadline — sehingga ada cukup waktu untuk revisi berulang.
4. Fokus hanya pada angka, mengabaikan konteks kemiripan Angka 10% dari satu sumber inti yang disalin tanpa atribusi tetap lebih bermasalah dibanding angka 25% yang sebagian besar berasal dari kutipan sah dan daftar pustaka.
5. Tidak memperkaya referensi Terlalu bergantung pada satu-dua sumber utama meningkatkan risiko kesamaan berulang — variasikan rujukan dari berbagai jurnal dan penulis.
Perkuat Kualitas Naskah, Bukan Hanya Menurunkan Angka
Menurunkan similarity index bukan sekadar permainan angka — tujuannya adalah memastikan naskah Anda benar-benar mencerminkan pemikiran dan analisis orisinal. Bagi peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan pendampingan menulis karya ilmiah secara menyeluruh — dari perumusan gagasan, parafrase yang tepat, hingga strategi sitasi yang benar — Dea Learning Center menyediakan program Bimbingan Privat penulisan karya ilmiah.
Konsultasikan naskah tesis, disertasi, atau artikel jurnal Anda melalui WhatsApp Dea Learning Center, atau jelajahi program pendampingan penelitian lainnya di dealearningcenter.id.
FAQ {#faq}
Apakah similarity index 0% berarti karya paling baik? Belum tentu ideal. Similarity 0% pada naskah akademik yang banyak mengutip justru bisa mengindikasikan kurangnya rujukan literatur, yang juga bukan hal baik dalam penulisan ilmiah. Yang penting adalah keseimbangan antara orisinalitas dan ketepatan mengutip sumber.
Apakah similarity index dari Turnitin sama hasilnya dengan software cek plagiarisme lain? Tidak selalu sama persis. Setiap software (Turnitin, Grammarly, Plagscan, Plagiarism Detector) memiliki database pembanding dan algoritma yang berbeda, sehingga hasil persentase bisa bervariasi meski mengecek dokumen yang sama.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan similarity index secara signifikan? Bergantung pada tingkat similarity awal dan jumlah bagian yang perlu diparafrase. Untuk penurunan dari kategori merah/oranye ke hijau, umumnya membutuhkan beberapa hari revisi bertahap, bukan proses sekali jadi.
Apakah boleh menggunakan jasa parafrase profesional untuk menurunkan similarity? Boleh sebagai bantuan teknis, namun penulis tetap bertanggung jawab memastikan hasil akhir benar-benar mencerminkan pemahaman dan analisis pribadinya — bukan sekadar “disulap” tanpa penguasaan substansi.
Apakah exclude bibliography selalu diperbolehkan saat submit ke jurnal? Tidak selalu. Beberapa jurnal meminta laporan similarity tanpa exclude apa pun untuk transparansi penuh. Selalu cek ketentuan spesifik jurnal tujuan sebelum menggunakan fitur exclude pada laporan final yang akan dilampirkan.
Artikel ini diterbitkan oleh Dea Learning Center — lembaga pelatihan profesional untuk tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan praktisi penelitian. Kebijakan batas similarity index berbeda di setiap institusi dan jurnal — selalu konfirmasi ketentuan resmi yang berlaku di tempat Anda sebelum submit.
