
Perbedaan RPP dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka secara mendasar terletak pada kedalaman, cakupan, dan kelengkapan dokumennya. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah dokumen administratif ringkas yang umumnya hanya memuat tiga komponen inti: tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen dasar. Sementara itu, Modul Ajar adalah instrumen yang jauh lebih komprehensif, sering disebut sebagai RPP “Plus”. Di dalam Modul Ajar tidak hanya terdapat langkah mengajar, tetapi juga memuat materi pembelajaran yang utuh, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), rubrik asesmen yang detail, hingga panduan untuk memfasilitasi pembelajaran mendalam (deep learning) dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Singkatnya, jika RPP adalah kerangka dasar, maka Modul Ajar adalah paket lengkap bahan ajar yang siap dieksekusi di kelas.
Bagi banyak guru yang baru beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka, transisi dari format Kurikulum 2013 (K13) ini seringkali membingungkan. Apalagi muncul pertanyaan teknis: “Apakah saya harus membuat keduanya?” atau “Mana yang lebih disarankan oleh Kemendikbudristek?” Untuk menjawab kebingungan tersebut dan membantu Anda merancang kelas yang bermakna, mari kita bedah secara tuntas 5 perbedaan utama antara RPP dan Modul Ajar, lengkap dengan tabel perbandingannya.
1. Definisi dan Esensi Dokumen
-
RPP: RPP berfokus pada rencana atau skenario apa yang akan dilakukan guru di dalam kelas pada satu atau beberapa pertemuan. Esensinya adalah panduan teknis langkah demi langkah (sintaks).
-
Modul Ajar: Modul Ajar berfokus pada pengalaman belajar siswa secara utuh. Dokumen ini dirancang tidak hanya sebagai panduan bagi guru, tetapi juga berisi materi dan lembar kerja yang akan berinteraksi langsung dengan siswa.
2. Kelengkapan Komponen Inti
Perbedaan paling mencolok terlihat dari anatomi atau struktur dokumennya:
-
Komponen RPP: Sesuai kebijakan penyederhanaan (RPP 1 Lembar), RPP hanya wajib memuat tiga komponen: Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian (Asesmen).
-
Komponen Modul Ajar: Modul ajar memiliki struktur yang jauh lebih kaya. Selain tiga komponen RPP di atas, Modul Ajar wajib mencantumkan:
-
Informasi Umum (Identitas, Kompetensi Awal, Profil Pelajar Pancasila, Sarana Prasarana).
-
Komponen Inti (Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik, Kegiatan Berdiferensiasi, Pengayaan & Remedial).
-
Lampiran (Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik, Glosarium, Daftar Pustaka).
-
3. Dukungan Terhadap Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)
-
RPP: Cenderung memfasilitasi pembelajaran pada level mengingat dan memahami (surface learning), kecuali jika guru secara proaktif menambahkan instruksi pemecahan masalah.
-
Modul Ajar: Dirancang secara khusus untuk mendorong deep learning. Adanya komponen “Pemahaman Bermakna” dan “Pertanyaan Pemantik” memaksa guru untuk mengajak siswa berpikir kritis, menganalisis, dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.
4. Fleksibilitas dan Diferensiasi
Kurikulum Merdeka menuntut pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan dengan gaya belajar dan kesiapan siswa.
-
RPP: Struktur RPP yang ringkas seringkali menyulitkan guru untuk memetakan instruksi yang berbeda untuk kelompok siswa yang lambat atau cepat (diferensiasi proses/konten).
-
Modul Ajar: Memiliki ruang yang luas untuk menjabarkan instruksi berdiferensiasi. Guru bisa melampirkan beberapa versi LKPD atau bahan bacaan visual, auditori, maupun kinestetik di bagian lampiran.
5. Beban Administrasi dan Kewajiban Penyusunan
Banyak guru merasa terbebani mengira harus menyusun Modul Ajar berpuluh-puluh halaman dari nol setiap hari.
Faktanya, Pemerintah (Kemendikbudristek) telah menyediakan platform Merdeka Mengajar (PMM) yang berisi ribuan Modul Ajar siap pakai.
-
Jika guru belum siap menyusun Modul Ajar sendiri, guru diperbolehkan menggunakan Modul Ajar yang sudah ada, memodifikasinya (ATM: Amati, Tiru, Modifikasi), atau cukup menggunakan RPP Plus yang disederhanakan asalkan tujuan pembelajarannya tercapai.
Tabel Ringkasan: RPP vs Modul Ajar Kurikulum Merdeka
| Aspek Perbandingan | RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) | Modul Ajar (Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka) |
| Fokus Utama | Skenario teknis langkah mengajar guru. | Paket bahan ajar utuh dan skenario pembelajaran siswa. |
| Komponen | Minimalis (Tujuan, Kegiatan, Asesmen). | Komprehensif (Informasi umum, Inti, Lampiran, Profil Pancasila). |
| Ketersediaan Materi | Tidak ada lampiran materi lengkap (biasanya merujuk ke buku paket). | Sudah memuat bahan bacaan, LKPD, rubrik asesmen, dan media. |
| Fasilitas Pemikiran | Standar (sesuai skenario guru). | Mendorong Deep Learning melalui Pertanyaan Pemantik. |
Haruskah Guru Membuat Keduanya?
Jawabannya adalah TIDAK. Guru tidak perlu membuat RPP dan Modul Ajar secara bersamaan untuk satu topik yang sama. Pendidik dapat memilih salah satu perangkat ajar yang paling sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan mereka. Jika guru sudah menyusun Modul Ajar, maka guru tersebut dianggap sudah memenuhi kewajiban menyusun RPP, karena Modul Ajar sejatinya adalah RPP yang diperkaya.
Tingkatkan Kompetensi Menyusun Modul Ajar dan Strategi Pembelajaran Bersama Ahlinya!
Beralih dari surface learning ke deep learning melalui penyusunan Modul Ajar yang tepat memang membutuhkan pembiasaan dan pemahaman pedagogik yang kuat. Memaksakan guru beradaptasi tanpa pendampingan seringkali berujung pada kelelahan administratif belaka.
Apakah sekolah Anda ingin para guru mampu menyusun Modul Ajar dan RPP berdiferensiasi secara cepat, tepat, dan anti-ribet?
Dea Learning Center menghadirkan solusi konkret melalui program:
🎯 Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka: Praktik Penyusunan Strategi Pembelajaran dan Asesmen
Bersama fasilitator berpengalaman, peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi akan melakukan workshop langsung untuk:
-
Merancang strategi pembelajaran berdiferensiasi yang efektif.
-
Menyusun Modul Ajar dan merumuskan Asesmen Sumatif & Formatif.
-
Membedah teknik penerapan Deep Learning di dalam kelas Kurikulum Merdeka.
👉 Fasilitasi guru-guru Anda dengan keterampilan yang tepat sasaran! Klik di sini untuk info pendaftaran dan konsultasi program Pelatihan Pendidikan di Dea Learning Center.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah RPP 1 Lembar masih boleh digunakan di Kurikulum Merdeka?
Boleh. Guru tetap diizinkan menggunakan RPP yang ringkas (seperti format 1 lembar) selama memuat tiga komponen utama, dan tetap mengedepankan prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa.
2. Apa itu “Pertanyaan Pemantik” di dalam Modul Ajar?
Pertanyaan pemantik adalah pertanyaan terbuka yang dirancang di awal pelajaran untuk memancing rasa ingin tahu, diskusi, dan pemikiran kritis siswa terhadap topik yang akan dibahas (contoh: “Bagaimana rasanya hidup tanpa gaya gravitasi?”).
3. Bagaimana cara tercepat menyusun Modul Ajar?
Cara tercepat dan paling efisien adalah dengan metode modifikasi. Unduh contoh Modul Ajar yang relevan dari Platform Merdeka Mengajar (PMM), lalu sesuaikan bagian pendahuluan, diferensiasi, dan LKPD-nya agar cocok dengan karakteristik siswa di sekolah Anda.
📌 Daftarkan diri Anda sekarang di DEA Learning Center dan wujudkan tata kelola sekolah yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.
