
Prompt LKPD adalah perintah tertulis yang Anda berikan ke AI agar menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik yang siap dipakai di kelas. Prompt yang baik menyebut empat hal sekaligus: jenjang dan kelas, capaian atau tujuan pembelajaran, bentuk aktivitas yang diinginkan, dan format keluarannya. Tanpa keempatnya, AI akan mengembalikan lembar soal generik yang tetap harus Anda tulis ulang.
Halaman ini berisi 25 prompt yang sudah disusun per kebutuhan nyata guru: LKPD bergambar untuk kelas bawah, LKPD berbasis proyek, LKPD yang mengikuti tiga pengalaman belajar pembelajaran mendalam, sampai LKPD berdiferensiasi untuk satu kelas dengan kemampuan beragam. Semua bisa langsung disalin dan diisi di bagian berkurung siku.
Kenapa LKPD hasil AI sering terasa kosong
Masalahnya hampir selalu sama: guru memberi perintah satu baris. “Buatkan LKPD matematika kelas 4.” AI tidak punya pilihan selain menebak — materinya apa, tujuannya apa, muridnya sudah bisa apa, lembarnya mau sepanjang apa. Hasilnya lembar berisi sepuluh soal isian yang bisa ditemukan di buku mana pun.
Perbandingan di bawah memakai satu materi yang sama supaya selisihnya kelihatan.
| Prompt satu baris | Prompt empat unsur |
|---|---|
| “Buatkan LKPD IPAS kelas 5 tentang rantai makanan.” | “Buatkan LKPD IPAS kelas 5 SD, materi rantai makanan di ekosistem sawah. Tujuan: murid dapat menyusun rantai makanan dan menjelaskan akibat hilangnya satu komponen. Aktivitas: murid menempel/menggambar kartu organisme lalu menjawab tiga pertanyaan analisis. Format: 1 halaman, ada kolom identitas, petunjuk pengerjaan 2 kalimat, 1 area kerja bergambar, 3 pertanyaan terbuka, dan rubrik penilaian 3 level.” |
| Keluaran: 10 soal isian singkat, tanpa aktivitas, tanpa rubrik. | Keluaran: lembar utuh yang tinggal dicetak, lengkap dengan area kerja dan rubrik. |
Anatomi prompt LKPD yang bekerja
Empat unsur ini yang membedakan. Urutannya tidak wajib, tapi keempatnya harus ada.
- Konteks murid — jenjang, kelas, fase, dan kalau perlu kondisi kelas (“30 murid, 8 di antaranya belum lancar membaca”).
- Tujuan pembelajaran — satu kalimat berisi kata kerja yang terukur. Salin saja dari RPP Anda.
- Bentuk aktivitas — apa yang secara fisik dilakukan murid di lembar itu: mengamati, mengelompokkan, menempel, mewawancarai, menghitung, membandingkan.
- Format keluaran — jumlah halaman, bagian apa saja, dan apakah perlu rubrik. Ini unsur yang paling sering dilupakan dan paling besar pengaruhnya.
Satu tambahan yang jarang dipakai tapi hasilnya langsung terasa: beri AI peran dan batasan. “Kamu guru kelas 5 berpengalaman 10 tahun. Jangan gunakan kalimat perintah yang lebih dari 15 kata.”
25 prompt LKPD siap pakai
Ganti bagian dalam [kurung siku] dengan konteks Anda. Semua prompt di bawah sudah memuat permintaan format, jadi tidak perlu ditambah lagi.
A. LKPD dasar per jenjang
- Buatkan LKPD untuk [mata pelajaran] kelas [X] [jenjang], materi [topik]. Tujuan pembelajaran: [salin dari RPP]. Format: satu halaman, memuat kolom identitas, petunjuk pengerjaan maksimal dua kalimat, tiga aktivitas bertingkat dari mudah ke sulit, dan kolom refleksi dua pertanyaan.
- Susun LKPD [mata pelajaran] kelas [X] SD untuk murid yang baru lancar membaca. Gunakan kalimat maksimal 10 kata, banyak instruksi visual, dan sediakan area menggambar. Materi: [topik].
- Buatkan LKPD [mata pelajaran] kelas [X] SMP yang bisa diselesaikan dalam 25 menit. Materi [topik]. Sertakan satu studi kasus singkat (maksimal 80 kata) dan tiga pertanyaan analisis dari kasus itu.
- Buatkan LKPD [mata pelajaran] kelas [X] SMA tingkat HOTS. Materi [topik]. Soal harus menuntut murid membandingkan dua sumber data yang saya sediakan, bukan mengingat definisi.
- Buatkan LKPD praktik untuk SMK jurusan [jurusan], kompetensi [nama kompetensi]. Format: langkah kerja bernomor, kolom hasil pengamatan, kolom kendala dan solusi, serta rubrik penilaian unjuk kerja 4 level.
B. LKPD bergambar dan visual
- Buatkan LKPD bergambar untuk kelas [X] materi [topik]. Untuk setiap gambar yang dibutuhkan, tuliskan deskripsi gambar dalam kurung siku agar saya bisa mencarinya sendiri, jangan membuat gambar palsu.
- Rancang LKPD dengan tata letak dua kolom: kolom kiri berisi gambar atau diagram, kolom kanan berisi pertanyaan terkait gambar itu. Materi [topik], kelas [X].
- Buatkan LKPD “label dan jelaskan”: murid memberi nama pada bagian-bagian [objek/diagram], lalu menjelaskan fungsinya dalam satu kalimat per bagian. Kelas [X].
- Susun LKPD berbentuk peta konsep kosong untuk materi [topik] kelas [X]. Sediakan kotak dan garis penghubung, isi sebagian kecil sebagai contoh, sisakan sisanya untuk murid.
- Buatkan LKPD komik empat panel untuk materi [topik] kelas [X]. Tulis dialog panel 1 dan 4, kosongkan panel 2 dan 3 untuk diisi murid.
C. LKPD mengikuti tiga pengalaman belajar pembelajaran mendalam
Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses menempatkan tiga pengalaman belajar — memahami, mengaplikasi, merefleksi — sebagai kerangka pelaksanaan pembelajaran. LKPD yang disusun mengikuti urutan itu lebih mudah dipertanggungjawabkan saat supervisi.
- Buatkan LKPD tiga bagian untuk materi [topik] kelas [X]. Bagian 1 Memahami: aktivitas membangun pengetahuan awal. Bagian 2 Mengaplikasi: aktivitas menerapkan pengetahuan pada situasi nyata di lingkungan murid. Bagian 3 Merefleksi: dua pertanyaan tentang apa yang berubah dari cara murid berpikir.
- Untuk LKPD materi [topik], tuliskan bagian “Mengaplikasi” saja, dengan konteks nyata [kondisi daerah sekolah saya, misalnya: pesisir, pasar tradisional, perkebunan].
- Buatkan lima pertanyaan refleksi untuk LKPD materi [topik] kelas [X] yang menuntut murid menilai proses belajarnya sendiri, bukan sekadar menyatakan suka atau tidak suka.
- Ubah LKPD berikut agar bagian akhirnya memuat refleksi yang mengaitkan materi dengan dimensi [pilih: penalaran kritis / kolaborasi / kemandirian] pada Profil Lulusan: [tempel LKPD lama Anda].
- Buatkan LKPD lintas disiplin yang menggabungkan [mapel A] dan [mapel B] untuk kelas [X], dengan satu masalah nyata sebagai pengikatnya.
D. LKPD berdiferensiasi
- Buatkan tiga versi LKPD untuk materi dan tujuan yang sama, kelas [X]: versi dasar, versi sedang, versi tantangan. Tujuan pembelajaran harus tetap sama di ketiga versi, yang berbeda hanya tingkat dukungannya.
- Buatkan LKPD dengan scaffolding bertingkat: soal 1 disertai contoh terjawab, soal 2 disertai separuh jawaban, soal 3 kosong. Materi [topik] kelas [X].
- Rancang LKPD untuk kelas [X] dengan [jumlah] murid yang kemampuan membacanya beragam. Sediakan jalur visual dan jalur teks untuk tujuan pembelajaran yang sama.
- Buatkan LKPD kelompok untuk 4 murid dengan pembagian peran yang jelas (pencatat, penyaji, pencari data, pengecek), materi [topik], kelas [X].
- Buatkan LKPD pengayaan untuk murid yang sudah tuntas lebih cepat pada materi [topik], berisi satu tantangan terbuka tanpa jawaban tunggal.
E. Memperbaiki LKPD yang sudah ada
Ini kelompok yang paling sering dilewati padahal paling cepat hasilnya. Anda tidak perlu mulai dari nol.
- Berikut LKPD yang saya pakai tahun lalu. Perbaiki agar aktivitasnya menuntut murid berpikir, bukan menyalin dari buku. Pertahankan materi dan tujuannya: [tempel LKPD].
- Tinjau LKPD berikut dan sebutkan bagian mana yang masih berupa hafalan, lalu usulkan penggantinya: [tempel LKPD].
- Buatkan rubrik penilaian 4 level untuk LKPD berikut, dengan deskriptor yang bisa diamati, bukan kata sifat seperti “baik” atau “cukup”: [tempel LKPD].
- Perpendek LKPD berikut agar selesai dalam [X] menit tanpa menghilangkan aktivitas intinya: [tempel LKPD].
- Periksa LKPD berikut dan tandai instruksi yang berpotensi membingungkan murid kelas [X], lalu tulis ulang instruksi itu: [tempel LKPD].
AI mana yang paling cocok untuk LKPD
Ketiganya bisa dipakai gratis dengan batas tertentu. Perbedaannya terasa pada jenis LKPD yang Anda buat.
| Kebutuhan | Yang biasanya paling enak dipakai | Catatan |
|---|---|---|
| LKPD teks panjang dengan struktur rapi | ChatGPT, Claude | Konsisten mengikuti permintaan format bertingkat |
| LKPD yang butuh ditempel ke Google Docs/Slides | Gemini | Terhubung langsung ke Google Workspace |
| Menata ulang LKPD lama yang panjang | Claude | Kuat menahan konteks dokumen panjang |
| Mencari ide aktivitas | Ketiganya setara | Yang menentukan prompt, bukan modelnya |
Satu hal yang perlu jujur disampaikan: tidak ada satu pun dari ketiganya yang bisa membuat gambar ilustrasi yang benar-benar siap cetak di dalam dokumen LKPD. Untuk LKPD bergambar, mintalah AI menuliskan deskripsi gambar, lalu cari sendiri gambarnya atau gambar manual.
Lima kesalahan yang paling sering terjadi
- Tidak mengecek fakta. AI bisa menulis angka, tahun, atau nama ilmiah yang salah dengan nada sangat yakin. Setiap LKPD yang memuat data harus dicek sebelum digandakan.
- Memakai konteks yang asing bagi murid. Hasil AI cenderung memakai contoh perkotaan. Sebutkan daerah Anda di dalam prompt.
- Lupa menyebut alokasi waktu. LKPD yang bagus tapi butuh 60 menit tidak akan selesai di jam pelajaran 35 menit.
- Menyalin tanpa menyesuaikan tujuan pembelajaran. Kalau tujuan di LKPD berbeda dengan tujuan di RPP, itu temuan pertama yang ditangkap pengawas.
- Memasukkan data pribadi murid ke AI. Jangan menempelkan nama, NISN, atau hasil asesmen individual ke layanan AI publik.
Kalau Anda ingin menyusun prompt yang cocok untuk kondisi kelas Anda sendiri dan dipandu langsung sampai jadi, lihat pelatihan AI untuk guru di bagian bawah halaman ini.
Satu alur kerja yang menghemat waktu paling banyak
Alih-alih membuat LKPD satu per satu, susun sekali lalu gandakan. Urutannya:
- Minta AI membuat satu LKPD lengkap untuk satu tujuan pembelajaran, sampai Anda puas betul dengan formatnya.
- Lalu minta: “Gunakan format LKPD yang barusan sebagai template. Buatkan versi yang sama untuk tujuan pembelajaran berikut: [daftar 5 tujuan].”
- Simpan LKPD pertama itu sebagai template pribadi Anda, dan mulai dari situ di semester berikutnya.
Guru yang sudah melakukan ini biasanya melaporkan penyusunan LKPD satu bab turun dari beberapa jam menjadi kurang dari satu jam. Angka pastinya berbeda-beda, jadi perlakukan ini sebagai gambaran, bukan janji.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu prompt LKPD?
Prompt LKPD adalah perintah tertulis kepada AI untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik. Prompt yang efektif memuat konteks murid, tujuan pembelajaran, bentuk aktivitas, dan format keluaran yang diinginkan.
Apakah LKPD buatan AI boleh dipakai di sekolah?
Boleh. Tidak ada ketentuan yang melarang guru memakai alat bantu dalam menyusun perangkat pembelajaran. Yang tetap menjadi tanggung jawab guru adalah kebenaran isi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, dan kecocokannya dengan kondisi murid.
AI gratis apa yang bisa membuat LKPD?
ChatGPT, Gemini, dan Claude ketiganya punya versi gratis yang cukup untuk menyusun LKPD teks. Keterbatasannya ada pada jumlah percakapan per hari dan ketidakmampuan menghasilkan ilustrasi siap cetak di dalam dokumen.
Bagaimana membuat LKPD bergambar dengan AI?
Minta AI menuliskan deskripsi gambar yang dibutuhkan dalam tanda kurung, bukan membuat gambarnya. Setelah itu cari gambar yang sesuai atau gambar sendiri, lalu tempelkan ke dokumen. Cara ini menghindari gambar yang keliru secara ilmiah.
Berapa panjang LKPD yang ideal?
Satu halaman untuk satu tujuan pembelajaran adalah titik aman di sebagian besar jenjang. Yang menentukan bukan jumlah soal, melainkan apakah aktivitasnya selesai dalam alokasi waktu yang tersedia.
Belajar langsung bersama pendamping
DEA Learning Center membuka pelatihan pemanfaatan AI untuk penyusunan perangkat pembelajaran, bisa diikuti perorangan maupun dipesan satu sekolah.
| Format | Struktur | JP | Topik yang relevan |
|---|---|---|---|
| Webinar | 2 jam 15 menit, in service learning | 3 JP | Digitalisasi Pembelajaran yang Inovatif dengan AI |
| Kelas Intensif | 3 sesi × 4 JP kelas + 10 JP praktik mandiri, maks. 5 hari | 22 JP | Praktik AI Edukatif untuk Mengembangkan Pembelajaran |
| Bootcamp | 6 sesi × 4 JP kelas + 20 JP praktik mandiri, maks. 10 hari | 44 JP | Mengoptimalkan AI untuk Menyusun Materi, Aktivitas, dan Evaluasi Pembelajaran |
Biaya per peserta (pelatihan daring)
| Format | 5 peserta | 10 | 15 | 20 | 25 |
|---|---|---|---|---|---|
| Webinar | 850.000 | 700.000 | 550.000 | 325.000 | 300.000 |
| Kelas Intensif | 2.500.000 | 2.250.000 | 1.750.000 | 1.500.000 | 1.250.000 |
| Bootcamp | 4.000.000 | 3.500.000 | 3.000.000 | 2.500.000 | 2.000.000 |
Pelatihan luring dikenakan tambahan biaya operasional dan logistik sesuai kota tujuan. Semua format mencakup akses softcopy materi seumur hidup, pendampingan oleh mentor ahli, lebih dari 100 topik yang dapat dikustomisasi, e-sertifikat, dan akses rekaman kelas.
Lihat Program & Daftar · Konsultasi Sekarang
Untuk pemesanan tingkat sekolah atau yayasan, lihat juga program untuk sekolah dan lembaga.
Bacaan terkait
- Kumpulan prompt AI untuk guru 2026 — kumpulan lengkap lintas kebutuhan, termasuk RPP dan modul ajar
- RPP pembelajaran mendalam: komponen, format, dan contoh
- Contoh modul ajar pembelajaran mendalam SD kelas 1–6
- Cara memakai Gemini untuk menyusun modul ajar
Ditinjau oleh Dwi Esti Andriani, Ed.D.
Educational Leadership & Management, University of Western Australia. Dosen dan mantan Kepala Departemen S1 Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Yogyakarta
